08:34:04 Kiat Menjadi Entrepreneur dan Memulai Usaha Sendiri |
| “Bekerja adalah perwujudan dari cinta. Jika Anda tidak bisa bekerja dengan cinta, tapi dengan benci, akan lebih baik bila Anda meninggalkan pekerjaan Anda, lalu duduk di muka kuil, menunggu sedekah dari orang-orang yang bekerja dengan penuh cinta. KAHLIL GIBRAN 1) Pilihlah bidang pekerjaan yang Anda sukai! Anda harus tahu kemana arah dan tujuan karir Anda. Lihatlah orang-orang yang bekerja di bidang tersebut. Perhatikan, bagaimana kondisi mereka setelah bekerja selama lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun di bidang tersebut. Apapun keadaan mereka, itulah gambaran diri Anda beberapa tahun mendatang. Jika menyenangi pekerjaan yang dilakukan, Anda akan mengerjakan semua tugas dengan baik, menikmati semua pekerjaan, dan pada akhirnya akan membuat Anda bertahan lebih lama dalam karir Anda. Sekarang, bagaimana jika setelah beberapa kali mencoba, Anda tidak kunjung mendapatkan pekerjaan? Bagaimana jika setelah sekian lama berusaha, pekerjaan ideal yang Anda harapkan belum juga terwujud? Apakah Anda harus berdiam diri? Menghabiskan waktu dalam menunggu dan menunggu tanpa ada kepastian kapan semuanya akan berakhir? Jawabannya tentu saja TIDAK. Bekerja di bidang pekerjaan yang kita minati adalah sesuatu yang ideal. Sama seperti halnya cinta, sesuatu yang ideal terkadang sulit diwujudkan. Itu sebabnya Anda harus mempunyai Plan B atau rencana kedua guna mengantisipasi jika hal itu sampai terjadi. Ada dua hal yang bisa Anda lakukan, yaitu: Kedua-duanya bisa dilakukan. Banyak orang besar yang berhasil dengan menerapkan kedua hal di atas. Bekerja adalah kegiatan positif. Sayangnya, masih banyak orang menyangka hal itu hanya dapat dilakukan di kantor atau perusahaan. Pendapat ini sama sekali tidak benar. Bekerja adalah aktivitas membangun dan produktif. Anda bisa bekerja kapan saja, dimana saja. Selama Anda mampu menghasilkan sesuatu yang positif dan produktif, dimanapun tempatnya, Anda sudah bekerja! Satu hal yang harus diingat baik-baik adalah Anda TIDAK BOLEH berdiam diri begitu saja. Ingat, waktu terus berlalu, usia kian bertambah. Setiap hari, semakin banyak anak-anak muda baru yang masuk ke dunia kerja. Jadi, daripada menghabiskan waktu dalam menunggu dan menunggu lagi, mengapa tidak berusaha membuka lapangan kerja sendiri? Mengapa tidak mencoba berbagai jenis pekerjaan sambil menunggu pekerjaan ideal Anda tiba? MEMBUKA LAPANGAN KERJA SENDIRI MENGUBAH PEKERJAAN BIASA MENJADI AKTIVITAS MENARIK Kisah Harlan A. Howard. Mungkin tidak banyak orang mau melakukan pekerjaan yang dilakukan Harlan. Saat masih bersekolah, Harlan pernah bekerja di kedai es krim. Pekerjaannya adalah mencuci piring, mengelap meja, dan menyajikan es krim di kantin sekolah. Di saat anak-anak lainnya asyik bermain, Harlan sibuk mengerjakan berbagai tugasnya karena tidak mempunyai pilihan lain. Harlan sebenarnya benci dengan pekerjaannya itu, tapi ia memerlukan uang untuk membiayai sekolahnya. Akhirnya, untuk mengisi waktu luang di kantin, Harlan mencoba belajar segala sesuatu tentang es krim. Ia belajar cara membuat, mengumpulkan bahan, dan sebagainya. Karena sangat tertarik dengan hobi barunya tersebut, selepas SMA, Harlan memutuskan kuliah di jurusan Teknologi Pangan, Massachusetts State College. Selepas kuliah, sama seperti lulusan baru lainnya, Harlan juga kesulitan memperoleh pekerjaan. Akhirnya, ia memutuskan membuka laboratorium sendiri di rumahnya. Tidak lama berselang, keluar UU baru yang mewajibkan perusahaan susu menghitung tingkat bakteri yang terkandung dalam produk mereka. Karena tidak banyak laboratorium seperti itu di kotanya, empat belas perusahaan susu di sana meminta Harlan dan dua asistennya membantu mengukur tingkat bakteri dalam susu mereka. Kisah Samuel Vauclain. Ada kisah lain tentang anak muda yang membenci pekerjaannya. Anak muda ini, Sam, bekerja di pabrik mekanik. Sam sebenarnya ingin berhenti, tapi ia tidak bisa menemukan pekerjaan lain. Akhirnya, untuk membunuh rasa bosan, Sam dan temannya menciptakan permainan. Mereka berlomba membuat baut sebanyak mungkin. Setelah beberapa lama, karena melihat keuletan Sam, supervisornya menaikkan jabatannya. Hal ini terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Tiga puluh tahun kemudian, Samuel Vauclain telah menduduki jabatan tertinggi di perusahaan tersebut, yaitu sebagai presiden Baldwin Locomotive Works. Itu karena Sam mau mengubah pekerjaan biasa menjadi aktivitas menarik. Mikhail Csikszentmihalyi, psikolog dari Universitas Chicago, pernah bertemu dengan pekerja pabrik logam di Chicago selatan. ”Hawa di sana saat musim panas benar-benar panas seperti dalam oven,” kata Mikhail, ”dan sangat dingin seperti es ketika musim salju. Suara logam bertalu begitu keras sehingga Anda harus berteriak jika ingin berbicara. Anehnya, orang itu nampak tenang dan terlihat menikmati pekerjaannya. Selama bertahun-tahun, ia mengisi waktunya dengan mempelajari semua mesin yang ada di sana. Ia satu-satunya orang di pabrik yang bisa memperbaikinya. Ia sangat senang apabila diminta memperbaiki mesin-mesin itu. Ia gembira jika semua pekerjaan di pabrik berjalan mulus.” Menurut Mikhail, sebuah pekerjaan yang baik harus memiliki variasi dan tantangan. ”Seberapa besar variasi ini tergantung sepenuhnya pada cara pandang dan pendekatan yang kita lakukan, bukan berdasarkan kondisi kerja sebenarnya.” Dengan berpikir positif, pekerjaan apapun akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Jadi, cobalah mencari alternatif pekerjaan lain yang bisa dilakukan. ”Caranya,” menurut Scott McKeen, ”adalah dengan memulai apa saja. Masukilah sebuah bidang pekerjaan dan tentukan apakah hal itu sesuai dengan diri Anda atau tidak. Jika tidak sesuai, Anda bisa berhenti dan mencoba yang lain. Kegiatan pencarian ini akan terasa menyenangkan.” Bahkan George Bernard Shaw, filosof kenamaan asal Inggris, pernah bekerja sebagai kasir selama sembilan tahun sebelum akhirnya menjadi penulis sukses. Selamat mencoba! |
|
|
| Total comments: 0 | |


