”Untuk memasukinya, kita harus menjadi api yang menyala, begitulah yang dapat kukatakan. Kita sendiri harus menjadi api. Wajah pecinta harus menyala, mengilau, dan berkobar-kobar bagai api. Ia yang menempuh perjalanan ini hendaknya punya seribu hati, sehingga tiap sebentar ia dapat mengorbankan satu.” FARIDUDDIN ATHTHAR ______________________________________________ Setelah mengirimkan berkas lamaran dan menunggu selama lebih kurang sepuluh hari, jika memang beruntung, Anda akan dipanggil mengikuti tes seleksi kerja. Pihak perusahaan umumnya akan memanggil melalui ponsel atau telepon rumah. Karenanya, jangan lupa mencantumkan nomor-nomor tersebut pada surat lamaran dan CV Anda. Jumlah calon pelamar yang dipanggil mengikuti tes umumnya bervariasi, tergantung jumlah pelamar yang lolos seleksi serta jumlah pegawai yang dibutuhkan perusahaan. Semakin banyak yang lolos seleksi dan dibutuhkan, jumlah pesertanya pun akan semakin banyak. Pada saat tes, pihak perusahaan biasanya sudah mempunyai leading candidate atau kandidat utama di antara calon pelamar. Sisanya hanya akan menjadi pembanding atau cadangan saja jika kandidat utamanya berhalangan atau tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Pada instansi yang menetapkan standar persyaratan umum, seperti instansi pemerintah, bank, dan lain-lain, jumlah pelamar yang diundang mengikuti seleksi umumnya sangat banyak, yakni ratusan hingga ribuan orang. Sementara pada perusahaan yang menetapkan standar persyaratan khusus, jumlah pelamar yang diundang biasanya tidak lebih dari lima atau sepuluh orang. Secara umum, tes seleksi kerja terbagi ke dalam tiga fase, yaitu: 1) Psikotes, 2) Tes Bidang, 3) Tes wawancara atau interview. Bentuk dan urutan tes ini bervariasi di setiap instansi atau perusahaan, tergantung kebutuhannya. Tes biasanya dilakukan dengan sistem gugur berdasarkan ranking tertinggi. Itu artinya hanya ada sebagian kecil dari calon pelamar yang akan sampai ke tahap wawancara. Ada kalanya perusahaan melaksanakan ketiga tes tersebut sekaligus satu hari. Namun tidak sedikit yang melakukannya bertahap pada hari berbeda. Terkadang, ada perusahaan yang langsung melakukan tes wawancara tanpa melalui psikotes atau tes bidang terlebih dahulu. Hal ini dilakukan jika calon pelamarnya dianggap sarat pengalaman. Tes bidang biasanya dilakukan dengan melampirkan contoh karya (portofolio) alam berkas lamaran. Tes seleksi kerja adalah saat paling penting dan menentukan dalam proses mencari kerja. Keberhasilan atau kegagalan Anda akan ditentukan di sini. Karenanya, usahakan mempersiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya. Harap diingat jika tes ini jauh lebih penting dari UAN, SPMB, ujian skripsi, ataupun ujian-ujian lainnya yang pernah diikuti dalam hidup Anda. Jadi, persiapkan diri Anda dengan baik. Ingat, seluruh masa depan Anda tengah ditentukan di sini. Kesalahan yang sering dilakukan anak muda yang mulai mencari kerja adalah mereka tidak melakukan persiapan yang cukup untuk menghadapi tes ini. Jika untuk menghadapi tes lainnya mereka rela menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan terjaga semalaman agar lulus ujian, justru pada saat menghadapi tes yang ”maha” penting ini mereka umumnya bersikap santai bahkan tidak belajar sama sekali. Penyebabnya sederhana. Pertama, mereka tidak tahu materi ujian yang akan dihadapi; dan kedua, mereka tidak tahu apa yang harus mereka hapal dan pelajari. SISTEM PENILAIAN TES Sebelum membahas lebih jauh tentang tes seleksi kerja, saya akan memberikan gambaran mengenai sistem penilaian yang dilakukan perusahaan. Ada tiga komponen penting yang akan dinilai perusahaan, yaitu: 1) Kemampuan akademik = 50 % 2) Pengalaman = 25 % 3) Karakter = 25 % Komponen pertama yang akan dinilai perusahaan adalah kemampuan akademik calon pelamar. Komponen ini memegang peranan penting karena setiap perusahaan pasti menginginkan karyawan yang cerdas dan handal. Aspek yang menjadi tolak ukur kemampuan akademik ini antara lain asal sekolah, nilai transkrip, dan skor yang diraih pada saat tes seleksi. Hal lain yang juga dinilai adalah tes bidang. Pihak perusahaan biasanya akan meminta Anda melakukan beberapa tugas yang nantinya akan dilakukan jika diterima bekerja. Tes bidang ini sangat penting karena akan sangat menentukan penilaian pihak perusahaan terhadap Anda. Komponen kedua yang akan dinilai oleh perusahaan adalah pengalaman. Perusahaan umumnya lebih menyukai calon karyawan berpengalaman daripada yang tidak. Pasalnya, mereka tidak perlu membuang waktu dan biaya untuk melatih dan mendidik karyawan barunya. Seorang kandidat berpengalaman tentu sudah mengerti tugas yang harus dikerjakan sehingga dapat langsung menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang ada. Namun demikian, ada kalanya perusahaan memprioritaskan calon pelamar tidak berpengalaman karena beberapa alasan, misalnya: 1) Tidak ada calon pelamar berpengalaman yang melamar, 2) Posisi yang dibuka memang ditujukan bagi lulusan baru, karena pertimbangan jangka panjang atau kepentingan regenerasi karyawan, 3) Lowongan yang tersedia sifatnya tidak mendesak sehingga perusahaan memiliki cukup banyak waktu untuk mendidik karyawan barunya. Karenanya, jika melihat informasi lowongan kerja yang mencantumkan syarat pengalaman dalam iklannya, Anda tidak usah gentar dulu. Selama yakin bisa melakukannya, cobalah tetap mengirim berkas lamaran. Terakhir, aspek yang akan dinilai perusahaan adalah karakter atau sifat dan sikap calon pelamar. Aspek karakter yang akan dinilai antara lain kejujuran, kerajinan, jiwa kepemimpinan (leadership skill), keterampilan komunikasi (communication skill), dan sebagainya. Karakter calon pelamar akan diukur melalui psikotes dan wawancara. Bagi perusahaan karakter sangat penting karena mereka tentunya tidak ingin menerima calon karyawan yang memiliki sikap kurang baik. Itu sebabnya tahap psikotes dan wawacara sangat menentukan lulus atau tidaknya calon pelamar. Sekalipun kandidat yang melamar memiliki kemampuan akademik yang baik, telah berpengalaman, dan seterusnya, namun jika karakternya tidak sesuai dengan visi dan misi perusahaan, kemungkinannya diterima relatif kecil. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MENGIKUTI TES SELEKSI KERJA Panggilan untuk mengikuti tes seleksi kerja umumnya dilakukan melalui surat atau telepon. Hal ini biasanya dilakukan seminggu hingga sehari sebelum waktu pelaksanaan tes. Pada waktu menerima panggilan tersebut, jangan lupa menanyakan hal-hal berikut ini kepada pihak perusahaan: 1) Lokasi pelaksanaan tes. Meskipun hal itu akan diberitahukan secara otomatis, tidak ada salahnya jika Anda menanyakan sejelas-jelasnya mengenai lokasi tes, termasuk denah, jalan, gedung, ruang, dan sebagainya. 2) Waktu pelaksanaan tes. Tanyakan kepada mereka kapan waktu pelaksanaan tesnya. Mulai dari jam berapa sampai jam berapa. Umumnya tes dilaksanakan mulai pagi hari hingga sore hari. Dari jam delapan pagi hingga jam lima sore. Anda jangan membayangkan tes seleksi kerja seperti mengikuti UAN atau SPMB, di mana Anda datang, menunggu sebentar, menjawab soal ujian, selesai, dan kemudian pulang. Namun demikian, tidak semua perusahaan melakukan hal itu. Ada pula perusahaan yang melakukan tes seleksi kerja dalam waktu singkat, yakni antara satu hingga tiga jam. Ini biasanya berlaku pada perusahaan yang membutuhkan pelamar dengan keterampilan khusus dan hanya memiliki sedikit kandidat. Sementara pada instansi atau perusahaan yang membutuhkan pelamar dengan kemampuan umum dan memiliki banyak kandidat, tes biasanya memakan waktu cukup lama. Tes seleksi kerja biasanya tidak berlangsung sekaligus. Terkadang antara satu tes dengan tes lainnya terdapat jeda waktu cukup panjang. Seringkali Anda akan diminta menunggu lama tanpa kepastian. Hal ini sengaja dilakukan perusahaan untuk menguji kesabaran dan kekuatan Anda. Mereka sengaja membuat Anda lelah secara fisik dan emosional guna mengetahui sejauhmana Anda bisa menerima tekanan dan stres. Seberapa mampu Anda masih bisa berpikir dan bersikap logis dalam kondisi tertekan, lapar, lelah, dan kesal. Oleh karena itu, jangan biarkan mereka mengalahkan Anda. Tunjukkan kalau Anda kuat. Dengan persiapan memadai, Anda pasti bisa mendapatkan pekerjaan tersebut. 3) Format tes. Jangan lupa menanyakan format tes yang diujikan. Apakah psikotes, tes bidang, wawancara, atau semuanya sekaligus. 4) Barang-barang yang harus dibawa. Tanyakan kepada mereka barang apa saja yang harus dibawa. Misal, pensil HB atau 2B, dan sebagainya. Selanjutnya, usahakan satu hari sebelum waktu tes, Anda sudah mempersiapkan hal-hal di bawah ini dengan baik, yaitu: 1) Anda sudah mengetahui lokasi tes dengan pasti, termasuk jalur kendaraan ke sana, jarak tempuh, nama gedung, ruang ujian, dan sebagainya. Agar lebih yakin, kunjungi tempat tersebut beberapa hari sebelumnya. 2) Persiapkan barang-barang yang akan dibawa. Misalnya, alat tulis (minimal dua buah untuk jaga-jaga), buku tulis untuk mencatat hal-hal penting, CV atau resume, KTP, surat referensi, dan sebagainya. Masukkan semuanya ke dalam amplop dan tas. 3) Jangan lupa terus berlatih mengerjakan soal-soal psikotes dan tes bidang, termasuk menghapal jawaban yang akan diberikan saat wawancara. 4) Pada hari-H, pastikan untuk sarapan dahulu di rumah. Ini penting karena Anda harus benar-benar fit dalam menghadapi tes ini. Jangan sampai gagal hanya karena persoalan stamina yang kurang memadai. 5) Siapkan pakaian yang akan dikenakan esok hari. Agar aman, kenakanlah pakaian formal seperti kemeja dan celana katun untuk laki-laki, sehingga Anda terlihat rapih dan sopan. Ingat, kesan pertama sangat menentukan! Jadi, usahakan tampil formal dan profesional. Bersambung... Dikutip dari buku "Kiat Jitu Mendapatkan Pekerjaan Idaman, Edwin Solahuddin, Penerbit Escaeva 2008) |