Tips dan Cara Menulis Novel dalam 100 Hari (Pendahuluan) - 1 August 2009 - Blog - Kanal Penerjemah, Lowongan Penerjemah, Translation Jobs
Thursday, 11-03-2010, 07:27:05
Welcome Guest | RSS

Kanal Penerjemah on Facebook
Calendar
«  August 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
Entries archive
Statistics

Total online: 2
Guests: 2
Users: 0
Search
Login form
E-mail:
Password:
Situs Penerjemah/Biro Penerjemah Anggota Platinum Kanal Penerjemah
  • H&H Translation

  • Main » 2009 » August » 1 » Tips dan Cara Menulis Novel dalam 100 Hari (Pendahuluan)
    09:59:23
    Tips dan Cara Menulis Novel dalam 100 Hari (Pendahuluan)
    Oleh: John Coyne
    www.peacecorpswriters.org

    Berapa kali setelah selesai membaca sebuah novel Anda berkata, “Saya bisa menulis buku seperti ini.” Tahukah Anda bahwa Anda benar. Kita semua, saya yakin, memiliki sedikitnya satu novel di dalam pikiran atau hati kita. Penulis novel Toni Morrison mengatakannya seperti ini: “Jika ada satu buku yang benar-benar ingin Anda baca dan belum pernah ada yang menulis sebelumnya, maka Anda harus menulisnya.”

    Menulis buku bukan hal yang mudah. Namun, setiap hari selalu ada buku yang diterbitkan.

    Pada tahun 1996, menurut Books in Print, ada 1,3 juta judul buku diterbitkan. Jumlah buku yang diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1996 saja berjumlah 140.000. Jadi, mengapa Anda tidak mulai melakukannya?

    Apa yang Diperlukan
    Saya yakin jika Anda bisa menulis sebuah kalimat yang sederhana (terlebih, inilah yang ditulis oleh Ernest Hemingway), mengamati dunia di sekitar Anda, dan ingin menulis novel yang bisa dijual—sungguh-sungguh menginginkannya, bukan hanya sekedar menginginkan saja—maka Anda pasti bisa melakukannya. Saya tidak percaya orang bisa menjadi penulis dengan mengikuti workshop, membaca buku, atau bahkan membaca artikel ini. Tulisan muncul dari sesuatu yang ada dalam diri seorang penulis. Bagaimanapun, artikel ini akan menghemat waktu Anda, menunjukkan jalan yang tepat kepada Anda, dan membantu Anda menulis novel dalam waktu 100 hari atau kurang.

    Apakah Mungkin?
    Hal ini telah terbukti. Saya telah melakukannnya beberapa kali.

    Saya tahu bagaimana rasanya meluangkan waktu satu atau jam sehari (atau semalam) untuk menulis. Sungguh tidak mudah untuk menulis novel, apalagi jika Anda memiliki pekerjaan tetap, keluarga, dan tanggung-jawab, namun hal itu bisa dilakukan. Kebanyakan penulis faktanya harus menjalani dua kehidupan saat mereka menulis novelnya. Namun, begitu Anda berhasil menjual buku pertama Anda, maka Anda memiliki kemampuan untuk meninggalkan pekerjaan harian Anda dan mengabdikan sisa hidup Anda untuk menulis secara total.

    Para penulis besar telah melakukannya
    Tentu saja Anda mempunyai pekerjaan. Tentu saja Anda memiliki keluarga. Namun kedua hal itu tidak menghalangi para penulis besar di masa lalu. Penyair Wallace Stevens bekerja sebagai wakil direktur sebuah perusahaan asuransi dan seorang pakar di bidang pasar obligasi. T.S. Elliot muda awalnya adalah seorang bankir. William Carlos Williams merupakan seorang dokter anak. Robert Frost adalah seorang pemilik peternakan ayam. Hart Crane bekerja membungkus permen di gudang ayahnya, dan kemudian bekerja menulis teks iklan. Stephen Crane bekerja sebagai koresponden perang. Marianne Moore bekerja di Perpustakaan Umum New York. James Dickey bekerja di sebuah biro iklan. Archibald MacLeish adalah Direktur Kantor Fakta dan Angka selama Perang Dunia II

    Mulailah dengan perasaan murni
    Apa yang membuat seseorang menjadi penulis? Mungkin hal itu didorong oleh sebuah peristiwa—peristiwa yang terjadi di tahap awal kehidupan dan membentuk ketertarikan dan kesadaran-diri sang penulis.

    Ambil contoh kasus Jose Saramago, penulis berbahasa Portugis pertama yang menerima Hadiah Nobel Sastra. Putera seorang petani dan seorang ibu yang buta huruf ini dibesarkan di sebuah rumah yang tidak memiliki buku, dan dibutuhkan waktu hampir 40 tahun baginya untuk beralih dari buruh pabrik logam ke pegawai pemerintahan ke editor penerbitan hingga ke editor surat kabar. Usianya telah menginjak 60 tahun saat ia mulai menerima pengakuan di dalam dan luar negeri dengan dua karyanya, Baltasar dan Blimunda.

    Saat masih kanak-kanak, ia menghabiskan liburan di rumah kakeknya di desa yang bernama Azinhaga. Saat kakeknya menderita stroke dan dibawa ke Lisbon untuk dirawat, Saramago masih bisa mengingat peristiwa yang terjadi kala itu, “Ia pergi ke halaman rumahnya, di mana tumbuh segelintir pohon, pohon fig, pohon zaitun. Lalu ia mendatangi mereka satu persatu, memeluk pohon tersebut dan menangis, mengucapkan selamat tinggal kepada mereka karena ia tahu tidak akan pernah kembali. Jika Anda menyaksikan hal itu, hidup dengan hal itu, dan hal itu ternyata tidak meninggalkan kesan apa-apa dalam hidup Anda selanjutnya,” ucap Saramago, “maka Anda tidak mempunyai rasa.”

    Mulailah dengan perasaan murni. Ubahlah hal itu menjadi prosa.

    Mari kita mulai
    Sinclair Lewis diundang untuk berbicara di hadapan sejumlah mahasiswa tentang seni menulis. Ia berdiri di muka kelas dan bertanya, “Berapa banyak dari Anda yang sungguh-sungguh serius ingin menjadi penulis?” Sejumlah orang mengangkat tangan. Lewis kemudian bertanya, “Jadi, mengapa Anda semua tidak pulang ke rumah dan menulis?” Setelah mengucapkan hal itu ia pun pergi keluar dari ruangan.

    Jadi kini saatnya bagi Anda untuk menulis.

    Pada artikel berikutnya saya akan memberikan catatan harian untuk Anda—setiap hari akan berisi kata-kata dorongan, nasihat, atau petuah, atau tugas yang harus Anda lakukan agar buku Anda bisa ditulis. Ini adalah hal-hal apa saja yang perlu Anda lakukan setiap hari selama seratus hari ke depan untuk menulis novel Anda.

    Bersambung...

    Diterjemahkan dari artikel "How to Write a Novel in 100 Days or Less" karya John Coyne, www.peacecorpswriters.org

    Views: 1818 | Added by: kanalku | Rating: 4.2/5
    Total comments: 9
    0  
    9 khoirom   (Today 01:27:58)
    gfgfg

    0  
    8 khoirom   (Today 01:27:08)
    kunci untuk menjadi seorang penulis hanya 2 (dua); a) membaca dan b) menulis. lakukanlah itu "terus menerus". ingat, "jangan pernah untuk putus asa".

    0  
    7 king   (25-02-2010 14:22:30)
    setumpuk nasehat untuk menulis tidak akan berarti apa-apa kalau pena tidak goyangkan.

    0  
    6 Astrid   (19-02-2010 21:33:39)
    Aku sama dengan dian. Banyak banget cerita, tapi ga tau mulai dari mana dan dengan kata kata apa. Aku liat ke nove novel, tapi apa boleh sama konsep nya?

    0  
    5 dian   (27-01-2010 08:27:11)
    saya ingin sekali bisa membuat novel, begitu banyak cerita yang ingin saya ungkapkan dalam sebuah tulisan,tapi saya bingung harus memulainya dari mana....

    0  
    4 Fistin   (22-01-2010 11:11:15)
    Saya ingin crita pribadi saya dituangkan dalam sebuah buku atau novel. Tapi saya bingung untuk menulisnya. Apakah ada penulis yang mau menulis cerita saya??? bagaimana caranya saya bisa mewujudkan keinginan saya???
    Pliz help donk....

    0  
    3 adib   (08-12-2009 10:41:36)
    saya ingin menulis novel tentang anak-anak kelas 4 SD gimana ya

    0  
    2 anthony   (07-11-2009 18:16:13)
    aduh, aku jadi terinspirasi kata2nya Toni Morrison. Aku lg nyoba nulis2 novel...mudah2an ada yang baca...

    0  
    1 gita   (26-10-2009 11:21:04)
    sebenarnya menulis termasuk hobi saya,jika saya lagi terdiam di kamar,atau lg sedih,ataupin lg senang,saya selalu menyempatkan diri untuk menuangkan apa yg saya rasakan ke dalam sebuah tulisan2 sederhana,misalnya sebuah diary kecil saya gunakan sebagai tempat curahan hati dan kjadian2 dr peristiwa shari2 yg saya alami.
    maka dari itu saya igin sekali menuangkannya dalam bentuk tulisan yg lain atau bisa dibilang novel.tetapi sepertinya saya harus bnyak belajar bagaimana cara membuat dn menciptakan novel karya sendiri....

    Name *:
    Email:
    Code *: