| Hari ke-14 Oleh: John Coyne www.peacecorpswriters.org Kebanyakan novel ditulis berdasarkan sebuah rumus, terutama buku laris besar. Sebagai contoh, John Baldwin, salah seorang penulis The Eleventh Plague: A Novel of Medical Terror, mengembangkan sebuah rumus sederhana yang ia gunakan untuk membuat struktur novelnya. Rumus sepuluh langkahnya adalah: 1. Pahlawannya harus seorang yang ahli. 2. Penjahatnya harus seorang yang ahli. 3. Anda harus melihat kejahatan dari sudut pandang sang penjahat. 4. Pahlawannya memiliki pendukung sekelompok ahli di berbagai bidang. 5. Dua atau lebih anggota tim harus jatuh cinta. 6. Dua atau lebih anggota tim harus mati. 7. Penjahatnya harus mengubah perhatiannya dari sasaran awalnya kepada tim. 8. Penjahat dan pahlawannya harus hidup untuk bertarung kembali pada sekuel lanjutannya. 9. Semua kematian harus dimulai dari individu kepada kelompok: misalnya, jangan pernah mengatakan bahwa bom meledak dan 15.000 orang mati. Mulailah dengan “Jamie dan Suzy berjalan di taman bersama nenek mereka saat bumi terbuka.” 10. Jika Anda tidak maju-maju, bunuh salah satu tokohnya. Rumus tambahan. Saat Ernest Hemingway memulai karirnya sebagai reporter muda untuk surat kabar Kansas City Star, ia diberi lembaran gaya penulisan dengan empat aturan dasar: - Gunakan kalimat pendek. - Gunakan paragraf pertama yang pendek. - Gunakan bahasa Inggris yang bersemangat - Bersikap positif, jangan negatif Saat ditanya tentang aturan ini bertahun-tahun kemudian, ia berkata, “Itu adalah aturan terbaik yang pernah saya pelajari di bidang tulis-menulis. Saya tidak pernah melupakannya. Tidak ada seorangpun yang memiliki bakat, yang merasakan dan menulis hal-hal yang ingin dikatakannya dengan sebenarnya, akan gagal menulis sesuatu jika ia terikat dengan rumus di atas.” Bersambung… Diterjemahkan dari artikel “How to write a novel in 100 days or less” karya John Coyne. www.peacecorpswriters.org |